...Selamat Datang di Website Resmi Gereja St. Ignatius Paroki Administratif Krapyak - Semarang, Media Informasi Umat dan Gereja. Alamat Jl. Subali No 8 Krapyak-Semarang. Silahkan krim artikel, saran dan kritik ke komsos_st_ignatius[at]yahoo[dot]co[dot]id..

Sabtu, 10 Maret 2012

Rekoleksi Lansia dan Warakawuri

SEJAK dibentuk pada tahun 2009 atas gagasan Romo Hardo Putranto SJ, Paguyuban Adi Yuswo (Lansia) Stasi Krapyak meski perlahan mulai menunjukkan sebagai paguyuban yang hidup dan mulai menggerakkan hampir 300 hati Lansia (usia pensiun) di Stasi Krapyak ini. Kegiatan paguyuban ini memperoleh tanggapan yang baik dari umat, pada rekoleksi lansia (2009). Misa Kudus dengan penerimaan Sakramen Perminyakan dan sebagai Panitia Pesta Nama Gereja St Ignatius (2010), ibadat bulanan. Misa penutupan Bulan Maria (Mei 2010) dan Rekoleksi Lansia, 20 Nopember 2011 lalu.
    Rekoleksi Lansia dan Warakawuri, Minggu (20/11) mengambil tema “Hanya Dekat Allah Saja Aku Tenang”, dengan sub tema “Senja Itu Indah”. Kegiatan rekoleksi yang dilatar belakangi dengan adanya pemikiran bahwa usia tua selalu menjadi penghambat dalam berkarya termasuk bagi gereja dan sesama. Untuk menangkal pemikiran seperti itu, kemudian tercetus gagasan untuk menyadarkan dan membangkitkan semangat umat. Paguyuban Adi Yuswo Gereja St Ignatius melalui kegiatan rekoleksi lansia yang diikuti juga oleh para Warakawuri telah dapat dilaksanakan diikuti oleh 81 orang.
    Rekoleksi dengan nara sumber Romo AG Sarwanto SJ, ibu MAS Teko Sukarmin dan Ibu Sherly Megawati (keduanya dari Bandung), para peserta mengatakan dinilai sangat baik. Materi disajikan dengan jelas melalui paparan, renungan, sharing iman, sentuhan dan terapi rohani, serta contoh-contoh konkrit yang dapat menggugah kesadaran bahwa menjadi lansia tidak berarti kehilangan segala-galanya. Dengan pengalaman dan talenta yang dimiliki, para lansia masih bisa berbuat sesuatu yang berguna bagi dirinya sendiri, keluarga, gereja dan sesama.
    Romo AG Sarwanto SJ, mengingatkan bahwa semakin usia bertambah semakin ada yang tidak bisa kita lakukan. “Namun dengan talenta yang dimiliki dan dengan tetap menjaga kesehatan, semangat dan iman, masih banyak yang dapat dilakukan,” jelas romo Sarwanto.
    Lebih jauh, ibu Teko Sukarmin mengingatkan agar para lansia tidak neko-neko (Jawa), tetapi dengan dilandasi niat yang tulus, sehat jasmani dan rohani, serta dilakukan dengan penuh gembira bersama kawan seiring terlebih sesama lansia, maka masih banyak yang dapat kita lakukan bagi diri kita sendiri, keluarga, gereja dan sesama.
    Para narasumber dalam penyampaian materinya selalu diselingi dengan hal-hal yang lucu sehingga membuat peserta tertawa, hal ini untuk menghindari kejenuhan peserta dalam menerima materi.
    Ada yang menarik pada rekoleksi ini, saat ibu Kristin diminta maju ke depan dan share dengan romo. Dimana ibu Kristin setiap hari berdoa minta kapan pastoran jadi. Ibu yang satu ini dulu suka menyanyi, namun karena sudah usia senja dia sudah tidak melakukan lagi.
    Para peserta rekoleksi membentuk kelompok untuk mengikuti sesi diskusi. Dari hasil diskusi salah satu perwakilan membacakan hasilnya.
    Rekoleksi telah selesai, hati telah tersentuh, mulut telah berucap untuk membangun niat, marilah dengan bimbingan Allah untuk melaksanakan semua niat kita dengan tulus dalam hati, dalam pikiran, dalam ucapan dan dalam karya.
    Pada kesempatan tersebut diberikan buku secara gratis oleh romo Sarwanto kepada peserta dan selanjutnya, penyerahan cindera mata oleh panitia kepada narasumber.
    Sebelum berpisah mereka berfoto bersama .

(Kus/Komsos)

 
Modified by Team Komsos | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls