...Selamat Datang di Website Resmi Gereja St. Ignatius Paroki Administratif Krapyak - Semarang, Media Informasi Umat dan Gereja. Alamat Jl. Subali No 8 Krapyak-Semarang. Silahkan krim artikel, saran dan kritik ke komsos_st_ignatius[at]yahoo[dot]co[dot]id..

Jumat, 09 Desember 2011

Kotak Persembahan

ANTARA tahun 1986-1990, Gereja Santo Ignatius Stasi Krapyak masih bebrbentuk bangunan joglo (serba guna). Sebagian bangunan sebelah utara ada taman yang asri, sedangkan teras sebelah taman berjajar kursi seng tempat duduk umat ketika mengikuti misa hari Minggu. Disediakan juga buku stensilan panduan misa yang sebagian sudah lepas jilidannya. Yang memimpin misa setiap minggunya, bapak-bapak prodiakon. Kecuali pada minggu-minggu tertentu, misa dipimpin oleh Romo. Umatnya masih sedikit , sepeda motor masih bias dihitung, mobil nyaris tidak ada. Kotak persembahan kalau diedarkan berbunyi klitik-klitik berisi koin cepekan.
Antara tahun 1990-2000 diadakan renovasi memperluas bangunan dengan meniadakan taman sehingga Nampak lebih luas. Umat makin banyak dengan adanya perumahan Pasadena dan Graha Padma. Parkir sepeda motor di halaman rumah bapak Sukardi (sebelah utara gereja) semakin banyak. Sementara mobil di parker di pinggir jalan depan gereja.

Tahun 2007 gereja direnovasi lagi dan agak ditinggikan, Nampak cantik dan anggun seperti yang kita lihat sekarang. Umat semakin banyak, balkon penuh, sampai ada yang di halaman gereja. Sepeda motor dan mobil sampai menggunakan dua lahan parker di Stikes, saking banyaknya. Ini menandakan bahwa umat Katolik Gereja St Ignatius sudah termasuk golongan the have, tidak lagi have not. Hasil kolekte juga sudah lumayan, seminggunya rata-rata bias mencapai 3-4 jutaan. Mungkin bias lebih banyak lagi kalau semua umat tumplek blek mengikuti misa di gereja St Ignatius. Dan kolektenya tidak lagi seribuan atau duaribuan, tetapi lima – sepuluh – bahkan 50 ribuan, agar bias segera membangun rumah Romo beserta fasilitasnya. Bukankah kita berharap menjadi paroki. Paroki Santo Ignatius Krapyak.

Menurut Injil Santo Markus 12:43-44 : Maka Yesus memanggil pengikut-pengikutNya lalu berkata kepada mereka. “Perhatikanlah ini : janda yang miskin itu memasukkan ke dalam kotak itu lebih banyak uang daripada yang dimasukkan oleh semua orang-orang lainnya. Sebab dengan memberikan uang yang mereka masukkan ke dalam kotak itu, mereka tidak menjadi kekurangan – mereka kaya. Tetapi janda itu meskipun sangat miskin sudah memasukkan semuanya yang ia punya – justru yang ia perlukan untuk hidupnya”.

Namun sayang masih saja ada umat yang mengikuti misa di gereja lain, dengan alas an yang berbeda-beda, hanya mereka yang tahu. Masih juga ada umat yang ke gereja ketika Natal dan Paskah. Sedangkan untuk minggu-minggu yang lain, suka-suka gue dong, emang gue pikirin. Lagian sound systemnya nunyinya enggak stabil, kadang keras, kadang pelan.

Wah, ya begini ini umat tidak punya rasa handarbeni. Sangat beda dengan Kumbakarna yang bangsawan kerajaan Alengkadiraya. Semboyannya : Right or wrong is my country.

Mari kita meniru semangat Raden Kumbakarna. Right or wrong is my Saint Ignatius.

cah kidul kono

0 comments:

Poskan Komentar

 
Modified by Team Komsos | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls